SUNDARI LISTANTI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

Tiga Hal Kebahagiaan Minggu Ini

1. Menjadi Pembimbing Lomba Bercerita Anak Tingkat Provinsi

Tidak pernah terbayangkan bisa mencapai tahap sejauh ini. Menjadi pembimbing anak untuk lomba bercerita tingkat provinsi Sumatera Barat di hotel Axana Padang. Rencana liburan sekolahpun dicoret dari list, yang ada hanya berangkat ke sekolah seperti biasa. Lebih kurang dua jam setiap harinya menguras tenaga, suara, dan pikiran. Tinggal menghitung hari, sekarang sudah tanggal 8 Juli sedangkan perlombaan dijadwalkan tanggal 10 Juli. Pihak perpustakaan meminta menampilkan anak bercerita sebelum dilombakan. Disaksikan oleh Kepala Perpustakaan Kota Payakumbuh dan Sekretaris Perpustakaan Kota. Lexa, siswa yang mewakili lomba bercerita dari Kota Payakumbuh telah tampil di depan pihak perpustakaan, sayangnya dia masih terlihat kaku. Tapi Bapak dan Ibu perpustakaan memberikan semangat serta masukan untuk perlombaan nanti. Kemudian, kami pulang menuju ke sekolah, sebelum sampai ke sekolah saya berubah haluan. Saya mengajak lexa latihan di taman Ratapan Ibuh yang di sampingnya terdengar derasnya air Batang Agam mengalir. Namanya juga taman, pasti banyak pengunjungnya. Kami menghiraukan mereka, yang jelas kami latihan tanpa beban. Semua mata tertuju pada kami, tapi saya merasakan bangga. Ditemani dua botol air minum dan tiga gorengan kami berlatih dengan semangat. Suara paling tinggi mengisi keriuhan taman. Saya menekankan pada Lexa, jadilah dirimu sendiri. Kelucuan adalah kekuatanya nilai tambahan untuknya ketika tampil nanti. Tidak terasa sudah 2 jam kali latihan, Lexa meminta pulang, saya langsung memeluknya dan berkata,

“Nak, terima kasih telah berlatih sejauh ini. Jadilah dirimu sendiri. Hidupkan suasana panggung nanti. Kita harus naik pesawat”. Egois memang keinginan saya.

2. Hari Lomba Telah Tiba, 10 Juli 2019 Di Hotel Axana Padang

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, ada 18 Kota dan Kabupaten terbaik mengirim anaknya untuk mendapatkan juara Satu termasuk Kota Payakumbuh. Kata Pak Sekretaris,

“Jangan takut atau cemas Bapak yakin kita juara, yang jelas tampilah apa adanya dan buatlah penonton bahagia”

Keyakinan Pak Sekretaris memberikan suntikan kekuatan dahsyat. Baiklah pak, saya juga percaya dengan kata Bapak. Kami mendapat nomor lot 14. Seperti biasa, kami dapat jatah terakhir lumayan bisa melihat penampilan anak yang lain sangat menakjubkan. Akhirnya no 14 terpanggil, setelah empat jam menunggu. Lexa tampil dengan percaya diri, lexa yang tampil saya yang gemetaran sampai ke kaki. Alhamdulillah, jiwa lucunya yang menjadi kekuatan mulai terlihat, penonton mulai tertawa, dewan juri mulai merekam dengan Smartphone masing-masing. Terjadi sedikit kesalahan teknis, tapi karena kesalahanya menjadi kelucuan. Semua mata terjuju padanya. Ah, bangga saya padanya semakin bertambah. Tatapan matanya tajam kepada dewan juri, saya berharap perjuangannya tidak sia-sia. Deg-degan tiada terkira sampai akhirnya dia mendapatkan pertanyaan,

“Hobi Lexa apa?” tanya salah satu dewan juri.

“Main bola buk” Jawab Lexa.

Sontak ballroom hotel Axana menjadi riuh, Lexa benar-benar menghibur dewan juri. Setelah mendapatkan jatah pertanyaan dia kembali turun dengan menyalami juri satu-persatu. Dari sekian banyak anak yang telah tampil, hanya Lexa yang menyalami dewan juri. Subhanallah rasanya, saya hanya mengajarkan untuk menjawab pertanyaan juri dengan sopan, pakai kode bapak atau ibu di belajang jawaban, tapi Lexa melakukan lebih. Setelah penampilan luar biasanya selesai dan kembali ke meja saya peluk Lexa erat-erat dan mengatakan terima kasih telah tampil maksimal, apapun hasilnya kita serahkan kepada Allah.

3. Juara Enam Terbaik Tingkat Provinsi.

Semua anak telah menampilkan peforma terbaiknya, dewan juri telah menentukan hasilnya. Pengumuman pun sedang berlangsung. Juri menyampaikan akan memilih enam anak terbaik yang nanti akan di coaching lagi di Kantor Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Semuanya diluar dugaan saya, Lexa tampil di ajang provinsi ini saja saya sudah mera bangga, ternyata Allah tambah lagi dengan sebuah pengumuman, nomot lot 14 menjadi nomor terakhir yang dipanggil menjadi enam terbaik. Semua guru pendamping Lexa yang datang ke Padang bersorak karena menang walaupun belum ditentukan juaranya.

Panitia mengumumkan kalau besok tanggal 11 Juli langsung mengikuti pelatihan di kantor. Rasanya campur aduk, karena tanggal itu saya akan mengikuti kegiatan SAGU SABU yang telah lama saya tunggu-tunggu. Menimbang dan mengingat, akhirnya diputuskan kalau saya ambil absen saja untuk acara itu dan lanjut kegiatan di aula perpustakaan provinsi.

Untuk pertama kalinya Lexa menginap di hotel yang bagus ini, setelah mandi dan makan tanpa pikir panjang Lexa langsung tidur dengan lelapnya untuk menyambut hari besok. Pagi yang ditunggunya bersinar dengan cerah, matahari kota Padang menyambut kehadiran kami dengan terang. Panasnya matahari Padang mengiringi langkah kami menuju pustaka, anak-anak menunggu kedatangan juri di aula. Arahanpun mulai disampaikan satu persatu. Anak-anak dan pelatih mulai diberi masukan untuk penampilan selanjutnya. Banyak ilmu yang saya dapatkan, seperti apa teknik bercerita dan gayanya. Saya termasuk salah satu guru yang beruntung bisa mendapatkan materi langsung dari juri, yang nantinyan bisa dibagikan ke guru yang lain.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali